Bantu Padam Api Diluar Wilayah Kerja. PT TPP Kerahkan Tim Penanganan Karhutla

user2

SULUHONLINE.ID (AIR MOLEK) — Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang muncul di sejumlah titik di Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau, mendorong berbagai pihak untuk bergerak bersama. Di tengah kondisi tersebut, Perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Tunggal Perkasa Plantations (PT TPP) turut mengambil bagian dengan mengerahkan personel dan peralatan untuk membantu penanganan kebakaran lahan di wilayah sekitar operasional perusahaan.

Dukungan tersebut diberikan untuk penanganan karhutla di Desa Danau Baru, Kecamatan Rengat Barat, dan Desa Sungai Guntung Hilir, Kecamatan Rengat. Kedua lokasi masing-masing berjarak sekitar 14 kilometer dan 27 kilometer dari area operasional perusahaan.

PT TPP mengerahkan enam personel dari Tim Kesiapsiagaan Tanggap Darurat (TKTD) Fire Prevention untuk membantu proses pemadaman. 

Tim tersebut dikoordinasikan oleh Wisnu Prayogo, PIC Sustainability PT TPP, dengan membawa sejumlah peralatan pendukung untuk penanganan karhutla di lapangan.

Di Desa Danau Baru Kecamatan Rengat Barat, Tim PT TPP bersama unsur terkait seperti Petugas Penanggulangan Bencana Daerah Pemadaman kebakaran dan Penyelamatan (BPBDPKP) Inhu, Polres Inhu , Kodim 0302 Inhu, Manggala Agni Daops Rengat, Masyarakat Peduli Api ,(MPI) dan Pemerintah Desa Danau Baru melakukan upaya pemadaman sejak 4 Agustus 2026. Setelah kondisi kebakaran di lokasi tersebut berhasil dikendalikan, personel kemudian dialihkan untuk memperkuat penanganan di Desa Sungai Guntung Hilir Kecamatan Rengat.

Hingga Senin, 10 Agustus 2026, Tim TKTD PT TPP masih berada di lapangan dan terlibat dalam upaya pemadaman di Sungai Guntung Hilir Kecamatan Rengat. Penanganan dilakukan secara bertahap dan intensif, dengan mengedepankan koordinasi bersama perusahaan-perusahaan lain di Kabupaten Indragiri Hulu, aparat Kepolisian dan TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan (BPBDPKP Inhu, serta Manggala Agni Daops Rengat

Tidak hanya mengandalkan tenaga personel, PT TPP juga menambah dukungan berupa satu unit Mini Excavator. Alat berat tersebut mulai diturunkan ke lokasi pada Sabtu, 8 Agustus 2026, untuk membantu pembuatan sekat bakar sekaligus mendukung penggalian sumber air yang dibutuhkan dalam proses pemadaman.

Langkah tersebut dilakukan karena penanganan karhutla tidak cukup hanya dengan memadamkan titik api. Di lapangan, ketersediaan sumber air, akses menuju lokasi, hingga upaya mencegah api kembali meluas menjadi bagian penting dari proses penanganan.

Administratur PT TPP, Victor Aybund, mengatakan keterlibatan perusahaan dalam penanganan karhutla di wilayah sekitar merupakan bagian dari kontribusi menjaga lingkungan dan mendukung upaya pemerintah dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.

“Kami berupaya hadir ketika dibutuhkan. Personel dan peralatan yang kami miliki, kami kerahkan untuk membantu proses pemadaman bersama seluruh pihak di lapangan. Untuk di Danau Baru, alhamdulillah sudah berhasil dikendalikan, dan saat ini dukungan kami difokuskan untuk membantu penanganan di Sungai Guntung Hilir,” ujar Victor,Selasa (11/8/2026).

Menurutnya, penanganan karhutla membutuhkan kerja sama banyak pihak karena kondisi di lapangan dapat berubah dengan cepat. Karena itu, koordinasi dan kolaborasi menjadi kunci agar api dapat segera dikendalikan dan tidak meluas.

“Kami berharap sinergi seluruh pihak dapat mempercepat proses pemadaman dan mencegah kebakaran meluas. Yang terpenting adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga wilayah ini agar dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan dapat diminimalkan,” katanya.

*Tidak Menunggu Api Datang*

Keterlibatan PT TPP dalam penanganan karhutla di sekitar wilayah operasional bukan merupakan langkah yang baru dilakukan perusahaan. Jauh sebelum adanya kejadian kebakaran pada Agustus ini, PT TPP telah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla, terutama memasuki periode musim kemarau yang memiliki risiko lebih tinggi terhadap terjadinya kebakaran.

Berbagai langkah pencegahan dilakukan melalui penguatan Tim Kesiapsiagaan Tanggap Darurat, pengecekan kesiapan personel dan peralatan pemadaman, patroli di wilayah yang memiliki potensi rawan kebakaran, serta peningkatan koordinasi dengan pemangku kepentingan di sekitar wilayah operasional.

Kesiapsiagaan juga terus diperkuat melalui kegiatan apel siaga karhutla dan peningkatan kapasitas tim di lapangan. Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah antisipatif perusahaan untuk memastikan personel tidak hanya siap ketika terjadi kebakaran, tetapi juga mampu melakukan respons secara cepat ketika menemukan potensi api sejak dini.

Perusahaan juga terus mengedepankan pendekatan kolaboratif dengan masyarakat, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan berbagai pihak terkait. Bagi PT TPP, pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kesadaran serta keterlibatan seluruh elemen di wilayah tersebut.

Langkah ini semakin penting di tengah potensi kondisi kering dan peningkatan risiko kebakaran yang dapat terjadi selama musim kemarau, termasuk dampak fenomena iklim seperti El Niño yang dapat menyebabkan kondisi lebih kering di sejumlah wilayah.

Karena itu, kesiapsiagaan dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari aspek sumber daya manusia, sarana dan prasarana, pemantauan wilayah, hingga koordinasi penanganan apabila terjadi kebakaran.

*Menguatkan Kolaborasi di Lapangan*

Penanganan karhutla di Indragiri Hulu menunjukkan bahwa upaya menjaga lingkungan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Di lapangan, personel dari berbagai unsur harus bergerak dalam satu koordinasi untuk menghadapi kondisi yang dinamis.

Keterlibatan PT TPP menjadi bagian dari kolaborasi tersebut. Selain mengerahkan tim TKTD, perusahaan juga memberikan dukungan sarana yang dapat digunakan untuk mempercepat proses pengendalian api dan meminimalkan risiko penyebaran kebakaran.

Bagi perusahaan, dukungan terhadap penanganan karhutla di wilayah sekitar juga merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat. Sebagai bagian dari Astra Agro Lestari, PT TPP berupaya menjaga keseimbangan antara keberlangsungan kegiatan operasional, perlindungan lingkungan, dan hubungan yang baik dengan masyarakat di sekitar wilayah perusahaan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kesiapsiagaan yang dibangun sebelum terjadinya kebakaran, respons ketika kejadian berlangsung, serta kolaborasi setelah kondisi di lapangan mulai terkendali.

Melalui semangat “Sinergi Bumi dan Manusia untuk Satu Indonesia”, PT TPP terus mendorong kerja sama lintas pihak dalam menjaga lingkungan dan membangun ketangguhan bersama menghadapi ancaman karhutla. Sebab, menjaga hutan dan lahan bukan hanya tentang memadamkan api, tetapi juga tentang memastikan bumi tetap menjadi ruang hidup yang aman bagi masyarakat hari ini dan generasi mendatang.( SOI.4/Rls*)



Pilihan Redaksi

Berita Lainya

PT. Tunggal Implementasi Program CSR Penyerahan Lahan Pemakaman dan Renovasi Masjid

RENGAT (SULUHONLINE)– Perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Tunggal Perkasa Plantations (TPP) d

Pusdiklat 27 Paskibraka Dimulai. Bupati Inhu berpesan Jadi Teladan Bagi Generasi Muda

SULUHONLINE ID (RENGAT) - Bupati Indragiri Hulu, Ade Agus Hartanto secara resmi membuka Pusat Pen

Kakan Pertanahan Inhu Serahkan Sertifikat HGB Ke PT PGN

SULUHONLINE ID (SEBERIDA) - Kantor Pertanahan Kabupaten Indragiri Hulu,Senin 20 Juli 2026 menggel

Dua Pemateri Dihadirkan, GTRA Kab Inhu Gelar Rakor

SULUHONPINE.ID (RENGAT BARAT) - Bertempat di Aula Kantor Pertanahan Kabupaten Indragiri Hulu, Rab