Helat Penghargaan Saidatul Fitriah dan Kamaroeddin Meluncur Kembali

user2

Bandar Lampung (SULUHONLINE)–Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung kembali mengumumkan peluncuran Penghargaan Saidatul Fitriah dan Penghargaan Kamaroeddin. Penghargaan ini ditujukan untuk jurnalis dan tokoh yang berkontribusi signifikan di bidang jurnalisme dan hak asasi manusia (HAM).

Penghargaan Saidatul Fitriah diberikan kepada jurnalis dengan karya jurnalistik yang mendalam dan berdampak. Karya yang masuk dapat mencakup liputan isu-isu lokal, investigasi, feature dan reportase yang memengaruhi perubahan di masyarakat, baik di bidang sosial, politik, ekonomi, maupun lingkungan.

Penghargaan Kamaroeddin ditujukan kepada tokoh atau lembaga yang menjunjung tinggi prinsip-prinsip jurnalisme, HAM dan demokrasi. Penghargaan ini menghormati mereka yang menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung kebebasan pers, kebebasan berekspresi dan penegakan HAM di Lampung maupun Indonesia.

Ketua AJI Bandar Lampung Dian Wahyu Kusuma, menyatakan, “Penghargaan ini merupakan bentuk penghormatan atas kerja keras dan keberanian jurnalis serta tokoh yang memperjuangkan nilai-nilai dasar demokrasi dan HAM di tengah tantangan besar yang mereka hadapi.”

Kedua penghargaan ini diharapkan dapat memotivasi para jurnalis dan tokoh untuk terus berperan aktif dalam menjaga integritas jurnalisme serta mendorong perubahan positif di masyarakat.

Tuti Nurkhomariyah, panitia penyelenggara, menjelaskan bahwa Penghargaan Saidatul Fitriah dapat diikuti oleh jurnalis media cetak, online, televisi, maupun radio. Karya jurnalistik yang telah terbit mulai 1 Januari 2023 hingga September 2024 dapat dikirimkan hingga 16 September 2024 melalui email sekretajilpg@gmail.com dengan subjek Penghargaan Saidatul Fitriah 2024. Usulan untuk penghargaan Kamaroeddin dapat diajukan melalui link https://bit.ly/PenghargaanKamaroeddin2024.

Pengumuman Pemenang Pengumuman pemenang akan dilakukan pada acara khusus merayakan HUT ke-30 AJI di Bandar Lampung.

Saidatul Fitriah adalah pewarta foto UKPM Teknokra Universitas Lampung yang gugur saat meliput demonstrasi mahasiswa pada 28 September 1999. Saat itu ia bertugas di depan Kampus Universitas Bandar Lampung. Atul, sapaan akrabnya, meninggal dunia lantaran terhantam benda tumpul.

Kamaroeddin adalah pelopor pers di Lampung. Ia peletak pondasi jurnalisme. Kamaroeddin bergelar Soetan Ratoe Agoeng Sampoernadjaja merupakan pendiri Fajar Soematra pada 1930-an dan Lampoeng Review (1933-1937). Rekan Proklamator RI Soekarno saat mendekam di Penjara Sukamiskin, Bandung, pada 1927, masuk penjara akibat tulisannya mengenai keinginan masyarakat Lampung memisahkan diri dari Sumatra Selatan di Harian Indonesia Raya pada 1957. (rls)
 



Pilihan Redaksi

Berita Lainya

Pertamina EP Lirik Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi

RENGAT (SULUHONLINE)– PT Pertamina EP (PEP) Lirik terus berupaya memperkuat pengelolaan lingkun

Bersempena Idul Adha PHR Zona 1 Tebar Manfaat Bagi Masyarakat

RENGAT (SULUHONLINE)– Menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, PT Pertamina Hulu Rokan Zona

Satu Hari Bupati Inhu Mengikuti Dua Kali Zoom Meeting Bersama Presiden

RENGAT (SULUHONLINE)-Dalam satu hari Bupati Kabupaten Indragiri Hulu, Ade Agus Hartanto dua kali

Sambut Hari Jadi Pertamina EP Lirik Gelar Sunatan Massal dan Santunan

RENGAT - Sebanyak 110 anak mengikuti kegiatan sunatan massal dan santunan yang digelar Pertamina

Sekda Inhu : Pemkab Siap Membantu dan Bersinergi .

SULUHONLINE.ID (RENGAT) — Sekretaris Daerah Kabupaten Indragiri Hulu, Zulfahmi Adrian menegaska

PHR Zona 1 Peringati Hari Menanam Pohon

RENGAT- Setiap tanggal 28 November merupakan peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI), yang